Mencoba keluar dari rutinitas yang kadang tidak jelas, dicampur aduk pula dengan Tugas Akhir, menambah sukses menjadi pengacara-pengagguran banyak acara- yang cukup terkenal di laboratorium PPSI. Tak ketiggalan yang satu ini, “The Greatest Love”, satu dari sekian banyak drama korea yang sedang airing dan ada beberapa yang saya ikuti, selain menjadi pengacara. Dan tentunya drama ini masih airing di Korea sana, hal ini menyebabkan saya hanya bisa menonton dua episode dalam satu minggu, dan ini akan sangat melelahkan dan mendebarkan, apalagi ditambah menunggu 2-3 hari untuk mendapatkan subtitle bahasa inggris, maklum bahasa korea tidak saya pahami, selain “sarangheo”. haha…

Mungkin terlihat aneh, laki-laki menyukai drama korea. Tapi bagi saya tidak masalah apabila tidak kelewat batas. Saya juga suka dengan lagu-lagu korea, tapi always saya tidak fanatik. Biasanya yang saya sukai adalah lagu-lagu yang menjadi OST dari drama yang saya tonton.

Drama korea memberikan saya pandangan yang berbeda mengenai banyak hal, mulai dari yang bersifat komedi tapi mendidik, membuat setiap detik dari shooting yang dilakukan terlihat bermakna, bagaimana merekan mengajarkan untuk tidak pernah mencari kambing hitam, sangat menjaga persahabatan, pertemanan, dan sangat menghargai orang yang lebih tua dari mereka (meskipun mereka bertentangan prinsip dalam karakter).

Lihatlah bagaimana mereka melakukan akting yang kelihatan konyol, tapi disanalah mereka membuat segala sesuatunya menjadi lebih bermakana. Atau adegan ketika mereka memperjuangkan sesuatu hal  dan pada detik-detik terakhir “supporter”-nya datang dan memberikan dukungan dengan wajah semangat, tanpa kata, tanpa bicara dan berjalan pada efek yang diperlambat, membuat air mata mengalir, bukan karena cengeng. Tapi karena merasa terharu dan memang hal itu akan sangat menyentuh hati nurani setiap orang.

Memang aktris-aktris korea terlihat sangat cantik dan sangat tampan, tapi jangan salah, akan sangat susah sekali mencari orang korea yang benar-benar orisinil. Tapi saya tidak menilai dari sisi seperti itu, saya hanya berusaha mengambil sesuatu yang menurut saya bisa bermanfaat bagi saya dan masa depan saya.

Setidaknya keluarga saya nanti akan memiliki “Drama Komedi”, tapi tentunya berbeda.🙂